Anekadekorasi.com – Kegiatan menggambar memang biasanya identik dengan pekerjaan yang berbau kesenian. Namun, kegiatan menggambar juga dilakukan di ranah pekerjaan lain yang salah satunya ada di dalam industri bangunan sipil. Pekerjaan menggambar ini diemban oleh seorang drafter yang sering mendapat sebutan sebagai “juru gambar proyek”.

Si Tukang Gambar dengan Skill Super Mumpuni

Tugas Utama Drafter 

Drafter yang dalam Bahasa Inggris disebut draftsman ini mempunyai tugas menterjemahan gambaran kasar yang telah dibuat oleh arsitek ke dalam gambar senyata mungkin, untuk selanjutnya dipakai acuan dalam perencanaan pengerjaan proyek. Rancangan gambar yang dibuat oleh drafter ini harus dibuat sedetail dan serinci mungkin karena akan memudahkan pengerjaan dalam proyek. Drafter yang bekerja sekaligus dengan kontraktor interior juga akan menggambar jelas rancangan perabotan yang akan ada dalam bangunan tersebut. Contoh sederhananya, jika proyek yang sedang dikerjakan adalah bangunan kantor, maka drafter juga menggambar rinci mengenai barang-barang yang sekiranya ada dalam ruangan seperti meja,kursi, karpet kantor, dan lain-lain.

Saat bekerja, biasanya drafter hanya akan berhubungan dengan komputer dan arsitek yang merupakan atasannya. Namun, tidak menutup kemungkinan jika seorang drafter juga akan diterjunkan langsung ke lapangan untuk menjelaskan gambar yang telah dibuatnya kepada pelaksana proyek yang sedang berlangsung.

Kemampuan yang Harus Dimiliki Drafter

Seorang drafter wajib memiliki kemampuan menggambar yang menjadi penunjang utama dalam mengerjakan tanggung jawabnya. Dewasa ini, adalah sebuah keharusan jika seorang drafter  menguasai software desain seperti Autocad, Corel Draw, serta software serupa yang akan membuat proses pengerjaan jadi lebih cepat, detail, serta rapi. Namun, ada kalanya drafter dituntut untuk membuat perencanaan gambar dengan metode manual dan tanpa bantuan komputer, jadi kemampuan menggambar tetap harus dimiliki oleh seorang drafter.

Selain jago menggambar dan penguasaan software desain arsitektur, drafter juga dituntut untuk cepat tanggap dengan kemungkinan revisi karena perubahan rencana yang mungkin akan terjadi ke depannya. Selanjutnya adalah memiliki kemampuan komunikasi yang baik yang akan sangat berguna untuk memahami serta menjelaskan rancangan gambar proyek yang akan atau sudah dibuat. Kemampuan terakhir yang juga penting dimilili oleh seorang drafter adalah time management. Ini berkaitan dengan deadline ketat yang akan dijalani nantinya. Kemampuan time management yang baik akan membantu drafter tidak kelabakan dengan kondisi deadline ketat.

Profesi drafter dibagi full time dan freelance. Untuk full time, drafter akan terikat dengan suatu perusahaan konstruksi dimana dia menjadi drafter tetap yang akan berperan dalam setiap proyek yang berlangsung. Lain halnya dengan seorang drafter freelance yang menawarkan jasanya kepada berbeda-beda perusahaan, mengingat kondisinya yang memang tidak terikat dengan perusahaan manapun. Baik itu full time ataupun freelance, peran drafter yang sangat penting akan selalu dituntut untuk profesional dengan cara taat akan deadline yang berlaku.