Kecerdasan Buatan: Waktu Depan Konstruksi

Menurut saranamutu adalah perbatasan selanjutnya bagi teknologi konstruksi. Tanpa ragu, industri konstruksi masih memiliki jalan panjang sebelum kami mampu menegaskan dengan keyakinan bahwa penyelesaian kecerdasan buatan sudah diterapkan dengan baik di area ini.

Berita baiknya adalah bahwa konstruksi adalah industri dengan kemampuan luar biasa. Nilai keseluruhan area ini diperkirakan 10 triliun per tahun, selagi kesenjangan produktivitas karena sedikitnya digitalisasi dalam industri ini dihitung membuat 1, 6 triliun.

Yang sedang berkata, dengan cepat membuat jelas bahwa konstruksi perlu diganti. Pergerakan digital akan membuka jalan bagi kebangkitan serta keberhasilan implementasi kecerdasan buatan dalam konstruksi.

Conor gantly, manajer design & kualitas, baru-baru ini berfokus pada waktu depan ai dalam konstruksi dalam disertasi proyeknya bagi gelar msc dalam manajemen konstruksi di city, university .

Dalam disertasi, bpk. Gantly menganalisis keadaan implementasi ai sekarang ini dalam konstruksi serta menyajikan beberapa bar bender penemuan kokoh berkaitan dengan cara-cara di mana perusahaan konstruksi mempersepsikan timbulnya kecerdasan buatan dalam industri.

Pengantar riset

Sebelum kami menyelami lebih banyak detail tentang meningkatnya ai di industri konstruksi, mari kami lihat fokus utama laporan ini serta jelaskan tujuan keseluruhannya.

Bermula dari apa yang membuat katalisator bagi riset yang begitu menawan ini, conor gantly menjelaskan bahwa konstruksi jelas ialah industri dengan akibat terbesar pada dunia di sekitar kami. Tidak hirau apa yang kamu kerjakan maupun di mana kamu berada di planet ini, hidup kamu begitu terhubung dengan konstruksi.

Lebih jauh, konstruksi adalah penunjuk kokoh stabilitas ekonomi serta pertumbuhan tiap negeri. Dengan pemikiran itu, begitu penting bahwa industri mulai sejak berkinerja sesuai dengan keahlian serta potensinya yang sesungguhnya. Pada sekarang ini tidak ada keraguan bahwa industri konstruksi sedang dalam pencapaian, seperti yang dianjurkan oleh sir john egan dalam laporannya “memikirkan kembali konstruksi”.