Haii.. Haii… Hai…. para perokok sejati, dalam artikel saya kali ini saya akan sedikit mengulas perbedaan antara rokok elektrik dengan rokok konvesional alias rokok tembakau. Untuk sebagian besar orang tentunya sudah taka sing lagi dengan apa yang disebut dengan rokok elektrik. Hanya sebagian kecil saja yang mungkin masih awam dengan dengan inovasi produk rokok tersebut. Tak heran masih ada yang bertanya – tanya, “Apa mungkin ada rokok yang menggunakan kabel dan dicolokan ke listrik lalu dihisap?”

Walaupun namanya adalah rokok elektrik, namun tidak secara langsung juga menggunaan listrik bertegangan besar untuk memakainya. Jika begitu bukannya kenikmatan yang didapat nanti malah kematian yang mendekati. Yaa, itu mungkin pemikiran orang awam tentang rokok eletrik. Memang benar menggunakan listrik, tapi tentunya tidak juga harus menggunakan aliran listrik yang besar.

Perbedaan Antara Rokok Konvensional dengan Rokok Elektrik

Pada penggunaannya hanya memerlukan listrik dari baterai yang terdapat di dalam mesin penghasil asap bernikotin itu sendiri. Listrik yang dihasilkan baterai nantinya berfungsi untuk menghasilkan daya panas yang akan membuat cairan di kapas menjadi terbakar dan menghasilkan asap. Untuk cairannya sendiri memakai cairan khusus yang memang diperuntukan bagi rokok elektrik. Biasanya cairan ini memiliki beberapa varian rasa dan kita bisa memilihnya sesuai dengan rasa yang kita sukai, seperti contohnya rasa kopi, rasa buah dan rasa yang lainnya.

Perbedaannya Dengan Rokok

Dengan bahan dan juga cara penggunaanya tentu kita bisa melihat beberapa perbedaan yang sangat mencolok dari rokok elektrik dan rokok biasanya. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa perbedaan yang terdapat pada ke 2 jenis tersebut, diantaranya :

  • Rokok Elektrik
  1. Dapat digunakan berkali-kali, tanpa perlu membeli yang baru setelah dipakai.
  2. Rokok elektrik memerlukan suatu cairan khusus agar bisa menghasilkan asap.
  3. Ada beberapa rasa yang bisa dipilih, dari rasa buah sampai dengan rasa kopi.
  4. Walaupun terlihat kecil, tapi ini juga bisa berbahaya sebab menggunakan daya listrik pada sistem kerjanya.
  5. Cukup awet dan murah dibandingkan dengan kita membeli rokok satu bungkus per hari.

 

  • Rokok Konvesional
  1. Ini hanya bisa dipakai sekali perbatangnya.
  2. Tidak ada isi ulangnya yang berupa cairan atupun tembakau tambahan.
  3. Rasanya biasa, hanya rasa tembakau saja.
  4. Tidak terlalu membahayakan.
  5. Untuk seorang perokok aktif pastinya ini akan sangat boros karena harus selalu membelinya jika sudah habis.

Walaupun aturan dilarang merokok ini telah berlaku di berbagai tempat, namun sebagian besar perokok masih tidak menghiraukannya, seperti misalnya haltebus, mall ataupun minimarket pastinya tetap saja ada yang merokok entah itu yang memakai rokok biasa atupun rokok elektrik. Bahkan kita juga sering melihat tulisan dilarang merokok pada bungkus rokok itu sendiri, tapi tanpa disadari juga kita tidak pernah sedikitpun mempedulikannya.