Wisata Teluk Bayur

“Lambaian tanganmu kurasakan pilu di dada.

Kasih sayangku bertambah padamu.

Air mata berlinang tak terasakan olehku.

Nantikanlah aku di Teluk Bayur.”

Itulah penggalan dari lagu yang pernah menjadi populer di tahun 60-an. Lagu yang dipopulerkan oleh Ernie Djohan ini terinspirasi dari pelabuhan terbesar di Padang, yakni pelabuhan Teluk Bayur. Pelabuhan Teluk Bayur merupakan salah satu pelabuhan terbesar yang terdapat di kota Padang, provinsi Sumatera Barat. Pelabuhan ini memiliki peran penting bagi perkembangan ekonomi, khususnya di pulau Sumatera. Hal ini dikarenakan pelabuhan ini menjadi tempat masuk dan keluar barang ekspor dan impor, dari dan ke luar negeri.

Pelabuhan Teluk Bayur sebelumnya memilki nama Emma Haven yang dibangun antara tahun 1888 dan 1893. Pelabuhan ini, yang dibangun oleh seorang arsitek bernama Ir. J. P. Yzerman, sebelumnya dinamakan berdasarkan nama seorang ratu Belanda, yakni Ratu Emma. Hingga akhirnya, pada 1995 pelabuhan ini diberi nama Teluk Bayur. Sejak saat itulah, pelabuhan ini memiliki peranan yang sangat penting khususnya untuk menunjang sistem perdagangan internasional.

Teluk bayur memang menyimpan banyak kisah sejarah dan cerita menarik, termasuk cerita zaman pemerintahan kolonial belanda dahulu. Di zaman dahulu, Teluk Bayur terkenal hingga ke Eropa sebagai kota tambang. Berbeda dengan zaman dahulu, Teluk Bayur, sekarang, justru terkenal akan keindahan alamnya sehingga banyak dikunjungi wisatawan. Bahkan terdapat beberapa tempat wisata yang banyak menyajikan keindahan alam, salah satunya adalah Pelabuhan Teluk Bayur.

Ketika berada di pelabuhan Teluk Bayur, wisatawan akan dimanjakan oleh pemandangan pantai yang indah. Sinar matahari yang menyinari lautan membuat air laut memancarkan keindahan warna biru dengan kapal yang menghiasi perairan. Kapal-kapal yang nampak di perairan seperti taburan birunya lautan.

Simak Juga : Wajib Kesini! Wisata Pantai Kota Palu yang Memukau

Hembusan angin yang terus memeluk tubuh membuat wisatawan yang berkunjung di pelabuhan Teluk Bayur merasakan kesejukan. Angin laut yang terasa menyejukkan itu, serta langit yang cerah memadukan keindahann alam yang sempurna. Keindahan alam itulah yang akan terus menemani wisatawan ketika berjalan-jalan di sepanjang pelabuhan Teluk Bayur.

Suasana di pelabuhan Teluk Bayur menjadi semakin indah kala memasuki sore hari. Sinar matahari akan mulai nampak berwarna merah keemasan tanda akan tenggelam di ufuk Barat. Hal itu akan diperindah dengan adanya kelap-kelip lampu yang muncul dari kapal-kapal nelayan yang berlayar di pelabuhan. Keindahan ini semakin membuktikan bahwa pelabuhan Teluk Bayur memang pantas untuk dikunjungi bersama keluarga.

Jembatan Siti Nurbaya

Jembatan Siti Nurbaya

Siti Nurbaya, nama wanita yang menjadi cerita legenda di kota Padang, merupakan nama dari sebuah jembatan yang berada di atas sungai Batang Arau. Jembatan, yang memiliki panjang 156 meter, ini menghubungkan kota Padang dengan Taman Nurbaya di Gunung Padang. Jembatan ini juga menjadi salah satu ikon wisata di Kawasan kota Padang.

Dari atas jembatan Siti Nurbaya, para wisatawan dapat melihat keindahan matahari terbenanam serta pemandangan kota tua Padang. Ketika masuk waktu sore, jembatan ini terlihat indah dengan adanya lampu-lampu yang menghiasinya. Hal itu membuat tempat ini sangat cocok untuk mengabadikan momen indah di atas jembatan Siti Nurbaya. Oleh karena bertempat tidak jauh dari pelabuhan Teluk Bayur, jembatan Siti Nurbaya ini dapat menjadi destinasi andalan setelah menikmati keindahan pelabuhan Teluk Bayur.