Genaro Gattuso, Si Badak Yang Sangat Disegani

Kalau pendukung sepakbola Italia ditanya siapa pemain Liga Seri A yang paling galak dan temperamental pasti banyak yang menyebutkan nama Genaro Gattuso. Mantan pemain AC Milan yang sudah gantung sepatu tahun 2013 dikenal sangat sangar namun juga memiliki segudang kemampuan yang membuat performanya selalu dirindukan.

Tandem Sempurna Andrea Pirlo

Selama bermain sejak tahun 1995 hingga tahun 2013 Gattuso memang paling dikenal sebagai pemain gelandang bertahan yang mampu mengamankan posisi pemain pencetak gol salah satunya Andrea Pirlo. Keduanya sudah saling kenal sejak usia 15 tahun. Hampir dalam setiap laga yang memainkan keduanya, Prediksi skor selalu berpihak pada klub AC Milan karena kolaborasi ciamik yang berhasil diciptakan.

Karakter keras, kuat dan tak kenal lelah selama 90 menit pertandingan merupakan alasan mengapa Gattuso diberi gelar Rhino alias badak. Dia akan selalu menjadi penyeimbang ketenangan Pirlo di lini tengah permainan. Dia juga dikenal dengan cara tekel yang sangat keras, banyak pemain lawan yang jadi korbannya bahkan hingga mengalami cedera kaki serius.

Kedua pemain ini memang selalu saling puji soal kekuatan masing-masing. Mereka juga dikenal sebagai pengemas hasil Prediksi skor terbaik AC Milan periode 1999 hingga 2012. Bahkan saat keduanya masih berseragam biru tersebut dua gelar Loga Champions berhasil dipersembahkan, juga dua gelar Liga Seri A Italia dan Copa Italia.

Menjadi Pelatih Usai Gantung Sepatu

Setelah memutuskan untuk gantung sepatu pada tahun 2013, Gattuso langsung alih profesi sebagai pelatih. Klub pertama yang merasakan tangan dingin Gattuso adalah Sion pada tahun 2013 namun hanya bertahan beberapa bulan sebelum dia menukangi Palermo selama dua tahun 2015, karena tak mampu memberikan hasil Prediksi skor memuaskan Si Badakpun dipecat.

Ofi Crete merupakan klub selanjutnya yang diasuh Gattuso tahun 2015, setahun kemudian dia menjadi pelatih Pisa sebelum didapuk melatih AC Milan junior tahun 2017. Selama menjadi manajer Primavera Gattuso berhasil menciptakan Prediksi skor terbaik untuk calon pemain AC Milan senior. Dan karena prestasinya itu AC Milanpun perekrutnya sebagai pelatih, namun itu hanya bertahan selama 18 bulan

Perilaku Kasar Namun Berhati Lembut

Dibalik kekasaran yang sering ditampilkan Genaro Gattuso saat berlaga, mulai dari berseteru dengan Asisten Tottenham Hotspurs Joe Jordan yang sangat melegenda itu. Dimana Gattuso sempat memegangi leher pria berkacamata tersebut, hingga melakukan tekel keras dan adu mulut dengan sejumlah pemain lawan di Seri A Italia, Gattuso ternyata berhati sangat lembut.

Dalam karir kepelatihannya yang dimulai 2013 silam, dia mengakhirinya awal 2019 lalu dengan mundur dari posisi manajer AC Milan. Bukannya menuntut sisa gaji, dia malah merelakan gajinya diberikan kepada para asistennya selama menjadi arsitek Rossonerri. Dia juga terbilang sangat loyal dan memiliki rasa setia kawan tinggi pada para pemain lain yang satu klub dengannya.

Sangat menarik mengikuti perjalanan karir Si Badak Genaro Gattuso, karena sebagai pemain dia sudah menorehkan banyak prestasi yang mengesankan. Begitu juga saat memutuskan banting stir menjadi pelatih. Kini dia sedang menikmati waktu luang usai berhenti jadi pelatih AC Milan, sebelum memutuskan apakah melanjutkan karir kepelatihan atau meneruskan bisnis toko ikan yang sudah dirintis sejak 2010.